Kalau dipikir-pikir lucu juga ya, saya yang sehari-hari jualan sate sekarang malah iseng bikin blog. Dulu jangankan nulis artikel, buka laptop saja paling kalau anak minta ditemani belajar. Sekarang malah kepikiran nulis apa yang saya tahu. Memang belum bagus, tapi namanya juga belajar. Kata orang, kalau tidak dimulai ya tidak akan bisa.
Hari ini saya mau cerita soal Pandawa BPJS Kesehatan. Kenapa bahas ini? Soalnya kemarin ada bapak-bapak langganan beli sate ayam. Beliau bilang habis mengurus BPJS Kesehatan lewat WhatsApp. Saya langsung nyeletuk, "Lho, memang bisa?" Beliau bilang sekarang sudah ada layanannya. Dari situ saya jadi penasaran.
Pulang jualan malamnya saya tidak langsung tidur. Saya malah buka HP sebentar buat cari tahu. Saya bukan tipe orang yang suka baca panjang-panjang, jadi saya baca yang penting-penting saja. Dari situ saya baru mengerti kalau Pandawa itu layanan administrasi BPJS Kesehatan yang bisa diakses melalui WhatsApp.
Menurut saya nama Pandawa itu gampang diingat. Awalnya saya malah kepikiran tokoh pewayangan. Mungkin karena dari kecil sering dengar cerita wayang di radio. Tapi ternyata beda jauh. Yang satu cerita, yang satu lagi layanan buat membantu masyarakat mengurus administrasi BPJS Kesehatan.
Kalau yang saya pahami, layanan ini bisa dipakai untuk beberapa urusan, misalnya memperbarui data peserta, mendapatkan informasi tertentu, atau keperluan administrasi lain sesuai ketentuan. Saya sengaja bilang sesuai ketentuan karena saya yakin setiap layanan pasti punya aturan sendiri. Jadi jangan langsung beranggapan semua urusan pasti bisa lewat WhatsApp.
Saya sendiri belum pernah mencoba karena memang belum ada keperluan. Mudah-mudahan jangan sering ada urusan juga, lebih baik sehat terus. Tapi menurut saya tidak ada salahnya tahu informasi seperti ini. Kadang kita baru mencari setelah butuh. Padahal kalau sudah tahu dari awal rasanya lebih tenang.
Sekarang hampir semua pelanggan saya juga lebih sering menghubungi lewat WhatsApp. Bahkan ada yang pesan sate dari pagi untuk acara malam. Tinggal kirim jumlah tusuknya, nanti saya siapkan. Jadi menurut saya penggunaan WhatsApp memang sudah biasa di kehidupan sehari-hari. Tidak heran kalau banyak layanan ikut memakai cara yang sama.
Yang penting kalau mau mengurus apa pun jangan terburu-buru. Baca dulu petunjuknya. Siapkan dokumen yang diperlukan. Saya sering lupa soal begitu. Pernah sudah semangat mau belanja ke pasar, uangnya malah ketinggalan di rumah. Akhirnya balik lagi. Hal kecil kadang bikin pekerjaan jadi lebih lama.
Saya juga senang melihat sekarang pelayanan makin mengikuti perkembangan zaman. Orang yang tinggal agak jauh dari kantor mungkin jadi lebih terbantu. Apalagi kalau pekerjaannya seperti saya yang susah meninggalkan dagangan terlalu lama. Waktu itu rasanya berharga sekali, apalagi kalau lagi banyak pembeli.
Mungkin tulisan saya ini tidak selengkap artikel yang dibuat orang-orang yang memang ahli. Saya cuma menulis dari apa yang saya pahami setelah membaca dan mendengar cerita orang. Kalau ada yang kurang, jangan langsung marah ya. Saya masih belajar. Sama seperti dulu waktu pertama kali jualan sate, bumbunya juga belum pas. Setelah dicoba berkali-kali baru ketemu rasanya.
Baiklah, itu saja dulu cerita saya tentang WA Pandawa BPJS Kesehatan. Semoga tulisan sederhana ini bisa membantu teman-teman yang sama-sama baru mendengar nama Pandawa. Kalau nanti saya menemukan informasi baru atau mencoba layanannya sendiri, mungkin saya akan cerita lagi di blog ini. Sekarang saya pamit dulu, besok pagi harus ke pasar beli daging sebelum harga keburu naik.